Potret Pekerja Konstruksi di Indonesia


Sebuah renungan :

Bahwa dibalik gemerlapnya gedung-gedung pencakar langit mewah di Jakarta, seperti apartemen, perkantoran, hotel dan sebagainya, yang nota bene diperuntukkan bagi orang-orang yang secara ekonomi cukup atau bahkan berlebih, ternyata proses pembangunannya melibatkan taruhan nyawa para pekerja konstruksi terampil dengan bayaran rendah dan bersedia diberlakukan secara tidak manusiawi demi menafkahi keluarganya. Sebuah ironi yang luar biasa kontras,….. yang barangkali tidak berlebihan kalau dikatakan sebagai penjajahan/perbudakan tersembunyi atas bangsa sendiri.

Marilah kita menghargai para pekerja konstruksi secara manusiawi. Tukang, kuli bangunan …….. MEREKA JUGA MANUSIA.

8 Tanggapan

  1. Salam.

    Lama gak mampir disini, kangen juga mas.

    Selalu menulis ya, biar makin banyak amalnya.
    Amin.

    Salam K3 selalu.

  2. Salam K3,
    Terima kasih mas Eko, iya je…. ini sambil nyambi-nyambi saja pas waktu kosong. Walaupun aktivitas menulis artikel masih belum rutin (karena perlu mikir), tapi upload file saya usahakan lebih sering karena ini yg nggak pakai mikir. He..he..he..

  3. Prihatin………………………………..
    Semua lini belum menyadari betapa pentingnya k3 masih berusaha mengejar produksi tanpa keselamatan yang jelas.
    Komitment Management masih hanya sebatas hiasan dinding belaka. Semoga berobah
    Bravo K3 teruskan perjuanganmu demi tegaknya Peraturan.

  4. g ada mereka kita tak akan seperti skarang tp mengapa mereka lebih tersiksa hidupnya dari pada orang yg berada dipencakar langit?

  5. BAGUS…sarana wawasan utk siswa…..trim….

  6. artiklenya sangat bagus

  7. trims atas informationnya

  8. mantabs gaaaaaaaaaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: