MENTERI PU, MENAKERTRANS DAN KETUA LPJKN TANDA TANGANI PAKTA KOMITMEN K3


menpu1Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Malkan Amin menandatangani Kebijakan dan Pakta Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Departemen Pekerjaan Umum hari ini, Kamis (12/2) di Jakarta.

menpu3Turut pula menandatangani Pakta Komitmen K3 yakni para Dirjen dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dan Irjen PU serta Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia.

Dalam kesempatan itu Menteri PU menilai, Keselamatan adalah kebutuhan utama setiap individu dalam menjalankan aktifitas, termasuk dalam melakukan pekerjaan konstruksi. Oleh sebab itu, Djoko menyebut ”Keselamatan adalah Hakekat kehidupan”. Hasil kajian membuktikan pembangunan konstruksi merupakan salah satu bagian sektor pembangunan yang memiliki risiko tinggi dalam hal keselamatan kerja.

Atas dasar itu, Menteri PU mengajak semua pihak terkait untuk memberi perhatian yang sungguh-sungguh terhadap K3 khususnya dilingkup pekerjaan konstruksi. Sebagai bukti dukungannya Menteri PU telah menerbitkan Permen PU No.09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamtaan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

menpu2Menurutnya, permen itu merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka membudayakan K3 di sektor konstrusi Indonesia. Hal itu menunjukkan instansi yang dipimpinya selaku pembina konstruksi memiliki tugas, tanggungjawab dan wewenang dalam mengupayakan secara maksimal K3 dalam penyelenggaraan bidang pekerjaan umum

Dalam sambutannya, Djoko meminta kepada segenap jajarannya untuk malaksanakan dan memahami 7 butir kebijakan yang tercantum dalam Pakta Komitmen K3 Departemen PU yang telah ditandatanganinya bersama mitra kerjanya tersebut. 7 butir kebijakan itu antara lain berbunyi:  memastikan SMK3 guna mengurangi, mengeliminasi dan menghindari resiko kecelakaan dan sakit akibat kerja.  

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Menakertrans Erman Suparno juga menyerukan akan arti pentingnya K3 dalam dunia jasa konstruksi. Bahkan beliau mengajak kepada pihak-pihak yang kompeten dibidang konstruksi untuk terus menggalahkan dan selalu meningkatkan K3.

”Bicara pekerjaan kita adalah bagian dari pekerja itu sendiri. Jadi bukan dalam arti  yang sesungguhnya tapi bagian dari kerja,” ungkapnya.

Dikatakan, komitmen adalah implementasi dari komitmen itu sendiri agar pihak yang terkait di dalamnya bersama-sama meningkkatkan K3 dalam budaya kerja. Dari sisi ekonomi, ucap Erman K3 merupakan bagian dari proses pembangunan ekonomi kita .   

Menurutnya, dengan diterapkannya budaya K3 maka kasus kejadian kecelakaan kerja dinilai menurun drastis setiap tahunnya. Tahun 2008 tercatat 58 ribu kasus kecelakaan. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya kecelakaan kerja mencapai 120 ribu kasus.  Melihat angka penurunan ini, tegas Erman membuktikan bahwa penerapan K3 dalam proyek konstruksi dipandang sangat penting.

Kebutuhan membangun hubungan industrial , bukan semata-mata dilihat dari besarnya upah pekerja saja, melainkan juga perhatian yang diberikan pemerintah terhadap keselamatan pekerjanya. Hal ini didasarkan kepada Pasal 4 UU No.13 Tahun 2003 yang dalam butirnya antara lain menyebutkan pemerintah memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewuju kesejahteraan tenaga kerja.

Sumber : Pusat Komunikasi Publik Departemen PU 

3 Tanggapan

  1. terima kasih infonya…sangat bermanfaat

  2. In growing anOSH culture it is so important the leaders demonstrate their commitment. Well Done!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: